ABSTRAK

 

Budidaya ikan lele merupakan kegiatan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat. Kondisi kualitas air adalah faktor utama yang dapat mempengaruhi hasil produksi budaya ikan lele. Parameter yang dapat mempengaruhi kualitas air antara lain, kadar keasaman, suhu kolam, kepadatan partikel mineral dan ketinggian kolam. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pembudidaya ikan lele adalah aktivitas pemeriksaan parameter tersebut yang masih dilakukan secara manual. Apabila diketahui kondisi kualitas air yang tidak sesuai akan dilakukan pengurasan air kolam dan mengisinya kembali dengan air yang baru.

Alat ini mempunyai empat sensor sebagai input , yaitu  sensor ultrasonic sebagai monitor ketinggian air, sensor Ph sebagai pengukur derajat keasaman, sensor TDS sebagai pengukur kepadatan partikel/mineral, dan sensor suhu untuk memonitor suhu air kolam. Untuk proses dijalankan oleh Arduino uno sebagai penerima data sensor dan controller kualitas air kolam ikan, Node MCU sebagai penerima data dari Arduino melalui komunikasi serial RX TX . Sedangkan untuk bagian output terdapat dua bagian yaitu sistem pengendali kualitas air kolam melalui relay yang terhubung ke pompa air dan sistem monitoring kualitas air yang dilakukan oleh aplikasi Blynk yang di install di android.

Hasil uji coba sensor TDS, Sensor DS18B20, sensor Ph, dan sensor ultrasonic HC-04 menunjukkan bahwa sistem telah bekerja dengan baik. Data-data pembacaan sensor tersebut dapat ditampilkan pada aplikasi Blynk dengan selisih delay 3 detik. Sistem pengendali kualitas air dilakukan dengan pompa air yang dihidupkan dan dimatikan melalui relay yang di kendalikan melalui microcontroller.

Kata Kunci : ikan lele, kualitas air, sistem monitoring, sistem pengendali

Comments

Popular posts from this blog