PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROROTYPE SISTEM MONITORING
KUALITAS AIR KOLAM LELE BERBASIS IOT

Oleh :
DHIAN
MARANTIKA
NIM : 17.141.210.48
BIDANG STUDI ELEKTRONIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA
2021
LEMBAR PERSETUJUAN
PROTOTYPE
SISTEM MONITORING KUALITAS AIR KOLAM LELE BERBASIS IOT
Diajukanuntukmemenuhi salah
satusyaratmemperolehGelarSarjana (S1) Teknik Elektro Universitas Bhayangkara
Surabaya
DisusunOleh :
DhianMarantika
17.141.210.48
Diperiksa dan disetujuioleh :
KoordinatorBidangStudi Teknik Elektronika
AgusKiswantono,ST ., MT
NIDN : 0715087101
LEMBAR PENGESAHAAN
PROTOTYPE SISTEM MONITORING
KUALITAS AIR KOLAM LELE BERBASIS IOT
DiajukanUntukMemenuhi Salah Satu
SyaratMemperolehGelarSarjana (S1)
Teknik Elektro Universitas Bhayangkara Surabaya
DisusunOleh :
DhianMarantika
17.141.210.48
TanggalSeminar :Kamis, 04 Februari 2021
Disahkan oleh
Tim Evaluasi :
1.
Dr.
Ir. Prihastono, M.T.
NIDN.9990237872 (
)
2. Richa Watiasih, S.T., M.T.
NIDN. 0714047601 ( )
3.
Adiananda,
S.T., M.Cs.
NIDN. 0702057303 ( )
4.
Ahmadi,
S.T., M.T.
NIDN. 0724057602 ( )
Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Elektro
Dr. Ir. Saidah, MT
NIDN : 0712066101
1.
Latar
Belakang : Ikan
membutuhkan air sebagai media utama untuk kehiupan. Tingkat produksi dan
kualitas air menjadi dua hal yang salingberhubungan dapat diukur dengan
parameter-parameter seperti suhu,tingkat keasaman (Ph), warna, plankton,
karbondioksida, dan amonia [1].
Kualitas Air menjadi salah satu
faktor penting untuk kesuksesan perikanan, parameter fisik yang sering
diperhatikan meliputi suhu, derajat keasaman (Ph) tingkat kepadatan partikel
(ppm) dan kekeruhan air.Sebagai media utama kehidupan ikan, perubahan parameter
fisik tersebut dapat mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan ikan.Oleh karenanya,
pembudidaya perlu melakukan pengecekan dan pengamatan secara berkala terhadap
kualias fisik air di kolam budidaya, yang kemudian memberikan perlakuan kusus
agar kondisi kolam tetap sesuai dengan syarat tumbuh kembang dan kesehatan ikan
budidaya [2].
Ikan lele adalah salah satu jenis
ikan air tawar yang sering dikonsumsi masyarakat dan banyak di sediakan hampir
setiap rumah makan, dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi lele semakin
meningkat pula budi daya lele. Selain untuk konsumsi lokal, lele telah mulai
diekspor dan permintaannya cukup besar. Tingkat kenaikan produksi konsumsi lele
secara nasional kenaikannya sebesar 18,3% per tahun [3]. Cara perawatan dan
perkembangbiakan ikan lele relatif lebih mudah, namun kebanyakan pengontrolan
terhadap kualitas air kolam yang meliputi suhu, tingkat keasaman, tingkat kepadatan
partikel, dan tingkat kekeruhan air masih dilakukan secara manual dengan
mendatangi satu persatu kolam dan melakukan pengecekan dengan alat ukur dan
dibandingkan dengan standar kualitas air kolam lele. Untuk mengatur PH air
pembudidaya perikanan melakukan dengan cara menguras kolam lele setengah
kemudian di isi kembali dengan air ber Ph netral sampai batas maksimal kolam
hingga air kolam lele dalam keadaan Ph yang diinginkan[4]. Sebagai acuan kelayakan
yang dipakai untuk suhu adalah Ikan
lele dapat hidup pada suhu 20 – 350C, suhu optimal
untuk pertumbuhan ikan lele yaitu berkisar antara 25 – 280C. Dalam kegiatan pembenihan untuk pertumbuhan
larva agar bisa berkembang dengan baik maka suhu air diperlukan berkisar
antara 26 – 300C. Sedangkan suhu untuk
pemijahan ikan lele berkisar antara 24 – 280C, pH
adalah 6,5-8,5, dan kandungan
senyawa lain terlarut dalam air kolam lele 190 ppm. Pendekatan lain yang
dapat digunakan dalam menyelesaikan persoalan manajemen kualitas air untuk
perikanan adalah menggunakan aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) [5].
2.
Rumusan
Masalah : Berdasarkan
uraian latar belakang, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan, antara lain
sebagai berikut:
1. Bagaimana
membuat sistem monitoring kualitas air dengan menggunakan sensor PH, Suhu dan TDS?
2. Bagaimana
mengontrol kualitas air kolam dengan Nilai PH antara 6,5-8,5 ?
3. Bagaimana
hasil pengujian sistem monitoring menggunakan sensor PH, Suhu dan sensor TDS?
4. Bagaimana
menampilkan nilai monitoring pada Telegram?
3. Batasan Masalah : Batasan – batasan masalah pada
penyusunan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :
1.
Sensor yang digunakan
adalah sensor TDS,Sensor PH,Sensor Suhu dan Ultrasonik HC SR04.
2.
Mikrokontroler Arduino
sebagai pemroses data dan pengatur dari seluruh kegiatan sistem yang dibuat,
ESP8266 Sebagai sistem pemrosesan data untuk mengirimkan data secara wireless
ke aplikasi Blynk.
3.
Informasi kandungan senyawa lain terlarut,suhu
dan Ph akan ditampilkan melalui LCD dan aplikasi Telegram berupa nilai kepadatan
partikel dalam satuan ppm,suhu dalam satuan Celcius dan Nilai PH.
4.
Pengujian alat dilakukan
pada sebuah aquarium 40cmx30cmx50cm.
5.
Nilaikepadatan partikel air,suhu dan Ph di sesuaikan
dengan standart kualitas air kolam lele .
4. Tujuan Penelitian : Membuat
sistem monitoring kualitas air menggunakan sensor TDS, Suhu, dan PH, dan membuat
kontrol kualitas Ph agar sesuai dengan kualitas standart kolam lele. Mengkarakterisasi
sistem sensor TDS, Suhu, dan PH sebagai monitoring
kualitas
air menggunakanTelegram.
Menguji Kualitas air dengan menggunakan sensor TDS, Suhu, dan PH.
5. Manfaat Penelitian : Manfaat
yang diambil dari penelitian Tugas Akhir ini adalah dapat memberikan informasi
kualitas air secara realtime, sehingga pembudidaya dapat segera memberikan
perlakuan kusus terhadap air yang termonitoring tidak sesuai standart kualitas
hal ini untuk mengurangi tingkat setres dan kematian pada lele karena
keterlambatan penanganan kualitas air .
6.
Metode
Penelitian : Berdasarkan
tujuan penelitian menghasilkan sebuah input data berupa sensor dan output
berupa data sensor ,metodologi yang dihasilkan mengacu beberapa tahapan
meliputi harware dan shoftware.
6.1
Perancangan Hardware : Pada perancangan hardware, alat ini didesain sedemikian
rupa seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.1.

Gambar
1.1 Sistem Hardware Monitoring Kualitas Air Kolam Lele
6.1.1
Module PH-4502C : Modul sensor
ini merupakan module yang berfungsi untuk mendeteksi tingkat ph air yang dimana
outputnya berupa tegangan analog. Sehingga untuk mengkonversi nilai pembacaan
harus dimasukan ke dalam rumus di kode program yang dibuat.
Berikut adalah
spesifikasi dari Modul ini :

Gambar 1.2Module PH-4502C.
6.1.2
Probe Sensor TDS SEN0244 : TDS
(Total Dissolved Solids) menunjukkan berapa miligram padatan terlarut yang
terlarut dalam satu liter air. Secara umum, semakin tinggi nilai TDS, semakin
banyak padatan terlarut yang terlarut dalam air, dan semakin kurang bersih
airnya. Oleh karena itu, nilai TDS dapat digunakan sebagai salah satu acuan
untuk mencerminkan kebersihan air.
Berikut adalah spesifikasi dari Modul ini :
Peringatan
1.
Probe tidak dapat digunakan di air di atas 55 derajat celcius.
2.
Probe tidak dapat dibiarkan terlalu dekat dengan tepi wadah, jika tidak
maka akan mempengaruhi pembacaan.
3.
Kepala dan kabel probe tahan air, tetapi konektor dan papan pemancar
sinyal tidak tahan air. Tolong hati-hati.

Gambar 1.4Probe Sensor TDS SEN0244 [7]
6.1.3
Module TDS Meter V1.0 Gravity :
Berikut adalah spesifikasi dari Modul ini

Gambar 1.5Module TDS Meter V1.0 Gravity[7]
6.1.4
Sensor Suhu DS18B20 : DS18B20 adalah sensor suhu digital seri terbaru
dari Maxim IC (dulu yang buat adalah Dallas Semiconductor, lalu dicaplok oleh
Maxim Integrated Products). Sensor ini mampu membaca suhu dengan ketelitian 9
hingga 12-bit, rentang -55°C hingga 125°C dengan ketelitian (+/-0.5°C ). Setiap
sensor yang diproduksi memiliki kode unik sebesar 64-Bit yang disematkan pada
masing-masing chip, sehingga memungkinkan penggunaan sensor dalam jumlah besar
hanya melalui satu kabel saja (single wire data bus/1-wire protocol).

Gambar 1.6Sensor Suhu DS18B20 [11]
6.1.5
Sensor Ulatrasonik HC-SR04 : Pada HC-SR04 terdapat sepasang transducer
ultrasonik yang satu berfungsi sebagai transmitter yang bertugas untuk mengubah
sinyal elektrik menjadi sinyal pulsa gelombang suara ultrasonik dengan
frekuensi 40KHz, dan satunya berfungsi sebagai receiver yang bertugas untuk
menerima sinyal gelombang suara ultrasonik.
Sensor HC-SR04
memiliki spesifikasi sebagai berikut :

Gambar 1.7Sensor Ulatrasonik HC-SR04 [12]
6.1.6
Arduino UNO : Arduino Uno
adalah board mikrokontroler berbasis ATmega328. Memiliki 14 pin input dari
output digital dimana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output
PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power,
ICSP header, dan tombol reset. Pada gambar 1.1 arduino berposisi sebagai MCU
(Micro Controller Unit) sebagai proses utama Robot BerodaEnamBerbasis Bluetooth.
Arduino mernerima data dari bluetoothsebagai komunikasi data dari Smartphone.
Selain dari bluetooth, Robot
BerodaEnammenerima data dari gyro sensor untuk
mengetahui apakah robot sudah berada di posisi opstacle atau berada dilintasan
lurus.

Gambar 1.8 Mikrokontroller Arduino[6].
6.1.7
Node MCU 8266 : NodeMCU pada dasarnya adalah pengembangan dari
ESP 8266dengan firmware berbasis e-Lua. Pada NodeMcu dilengkapi dengan micro
usb port yang berfungsi untuk pemorgaman maupun power supply. Selain itu juga
pada NodeMCU di lengkapi dengan tombol push button yaitu tombol reset dan
flash. NodeMCU menggunakan bahasa pemorgamanan Lua yang merupakan package dari
esp8266. Bahasa Lua memiliki logika dan susunan pemorgaman yang sama dengan c
hanya berbeda syntax. Jika menggunakan bahasa Lua maka dapat menggunakan tool Lua
loader maupun Lua uploder.

Gambar 1.9 Mikrokontroller Node MCU 8266 V3[9].
6.1.8
Driver Motor L298N : Driver motor L298N merupakan module driver motor
dc yang difungsikan untuk mengontrol kecepatan serta arah perputaran motor dc.
IC L298N merupakan sebuah IC yang mampu mengendalikan motor dc. Kecepatan motor
dc akan diatur melalui PWM dari mokrokontroler. Penggunaan driver motor
berfungsi untuk berbagai faktor antara lain mengatur kecepatan motor,
menghindari feedback dari motor dc ke mikrokontroler. Karena feedback tersebut
dapat menyebabkan kerusakan pada mikrokontroler.

Gambar 1.10Driver Motor L298N[8].
6.1.9
Buzzer : Buzzer
adalahsebuahkomponenelektronika yang berfungsiuntukmengubahgetaranlistrikmenjadigetaransuara.
Pada dasarnyaprinsipkerja buzzer hamper samadenganloud speaker, jadi buzzer
juga terdiridarikumparan yang terpasang pada diafragma dan
kemudiankumparantersebutdialiriarussehinggamenjadielektromagnet, kumparan tadi akan
tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya,
karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan
diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan
suara. Di dalam tugas akhir ini buzzer digunakan sebagai indicator bahwa target
untuk menaiki ujung anak tangga telah tercapai. Pada gambar 1.7.a tampak symbol
dari buzzer sedangkan bentuk dari buzzer tampak pada gambar 1.7.b

Gambar 1.11 a. Simbol buzzer, b. BentukBuzzer[10].
6.1.10
Pompa Motor DC 12 Volt : Pompa ini memiliki flow
air sebesar 700ml/30s. Biasa digunakan untuk pompa air di akuarium ikan. Selain
untuk kebutuhan akuarium dapat juga digunakan untuk menyedot air dan
keperluan-keperluan lainnya.Technical Specifications of Pompa Air Mini Aquarium
Ikan Fish Tank 12V

Gambar 1.12Pompa Motor DC 12 Volt [13].
6.2
PerancanganShoftware : Pada perancangan shoftware, terdapat
subprogram monitoring dan kontrol yang ditunjukkan pada gambar 1.13.

Gambar
1.13 Sistem Shoftware Monitoring Kualitas
Air Kolam Lele
·
SistemKerja :
Secara
keseluruhan sistem data dapat dimonitoring melalui smartphone dengan modeul
wifi ESP8266 sebagai pengirim data. Juga sistem kontrol kualitas dapat berjalan
otomatis sesuai nilai Ph. Dan sistem kerja dari shoftware pada penelitian ini
dapat di tunjukkan pada gambar 1.13.
Keterangan flowchart darigambar 1.13sebagaiberikut :
·
Mulai
·
Pertama tama inisialisasi
sensor Ph,Suhu,TDS dan sensor ultrasonik.
·
Selanjutnya masuk ke subprogram
monitoring.
·
Dan masuk ke sub program
kontrol.
·
Selesai.
A.
Monitoring Kualitas Air Kolam Lele :
Pada
sub program ini, data sensor akan dimonitoring melalui app
Blynk, flowchart
monitoring dapat dilihat pada Gambar 1.14.

Gambar
1.14 Subprogram Shoftware Monitoring
Kualitas Air Kolam Lele
Keterangan flowchart darigambar 1.14 sebagaiberikut :
·
Flowchart 1.14 sensor
sudah di inisialisasi.
·
Mengambil data sensor PH
untuk menngukur derajat keasaman air, Suhu untuk mengukur suhu air dalam satuan
Derajat Celcius, dan TDS mengukur kepadatan jumlah partikel dalam satuan PPM.
·
Data sensor yang terbaca
akan dikirim ke app server blynk dan serial monitor arduino.
·
Selanjutnya program akan
mengirim HTTP reques ke app blynk, HTTP Request digunakan untuk mengambil field
input atau string apapun dalam bentuk metode GET dan POST.
B.
Sub
Program Kontrol Kualitas Ph Air Kolam Lele :
Pada
subprogram kontrol kualitas ph, ph air akan dikontrol berdasarkan standart
kualitas Ph air kolam lele, flowchart kontrol kualitas Ph dapat dilihat pada
Gambar 1.15.

Gambar
1.15 Subprogram Shoftware Kontrol
Kualitas Air Kolam Lele
Keterangan flowchart darigambar
1.14 sebagaiberikut
·
Dari inisialisasi sensor pada Gambar 1.13 sensor Ph akan
membaca nilai keasaman air.
·
Standart kualitas Ph air dalam keadaan paling asam maksimal
Ph 6 dan keadaan paling Basa adalah Ph 8.
·
Apabila sensor terbaca kurang dari Ph 6 maka Pompa 1 sebagai
pompa untuk menguras air akan menyala.
·
Apabila sensor terbaca lebih dari Ph 8 maka Pompa 1 sebagai
pompa untuk menguras air akan menyala, jika sensor Ph terbaca normal kembali ke
pembacaan nilai Ph.
·
Selanjutnya apabila pompa 1 menyala , ketinggian air akan
terus membaca, karena air akan terus berkurang ketinggiannya, dari ketinggian
sebenarnya 50 Cm akan dikuras hingga ketinggiannya tinggal setengah yaitu 25
Cm.
·
Pompa 1 akan terus menyala apabila ketinggian air belum
mencapai 25 Cm, apabila ketinggian air sudah tercapai 25Cm Pompa 1 mati
bergantian Pompa 2 sebagai pengisi air akan menyala, pompa 2 menyala
berdasarkan ketinggian air 25cm.
·
Ketika pompa 2 menyala
mengisi air kolam, ketinggian air akan terus bertambah, pompa 2 akan terus menyala
jika ketinggian air belum tercapai pada ketinggian 50 cm.
·
Pompa 2 akan berhenti
mengisi air jika ketinggian air tercapai 50cm.
·
Selanjutnya akan return,
atau sensor Ph kembali membaca ,apabila sensor terbaca sudah berada di nilai Ph
6,1-7,9 sistem kontrol akan stanby kembali menunggu sensor Ph membaca derajat
keasaman 6 atau 8.
7.
Jadwal
kegiatan : Adapun
jadwal kegiatan untuk perancangan dan pembuatan alat ini dijadwalkan sebagai
berikut :
|
NO |
Kegiatan |
JAN |
FEB |
MAR |
APR |
MEI |
|
1 |
Studi Kasus |
|
|
|
|
|
|
2 |
Pengumpulan Data |
|
|
|
|
|
|
3 |
Perancangan Hardware |
|
|
|
|
|
|
4 |
Perancangan Shoftware |
|
|
|
|
|
|
5 |
Analisa&Pengujian Alat |
|
|
|
|
|
|
6 |
Pembuatan Laporan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8.
Daftar
pustaka :
1. Sihotang, D. M. (2018). “Penentuan Kualitas Air untuk Perkembangan Ikan
Lele Sangkuriang Menggunakan Metode Fuzzy SAW.” Jurnal Nasional
Teknik Elektro Dan Teknologi Informasi (JNTETI), 7(4),
372–376.https://doi.org/10.22146/jnteti.v7i4.453
2. Bhawiyuga, A., & Yahya, W.
(2019). “Sistem Monitoring Kualitas Air Kolam Budidaya Menggunakan Aquaculture
Water Monitoring System Using Wireless Sensor”. Jurnal Teknologi
Informasi Dan Ilmu Komputer (JTIIK), 6(1), 99–106. https://doi.org/10.25126/jtiik.201961292
3. Sulistiyo et al.,. (2019). Alat Pengendalian Derajat PH Pada Sistem
Hirponik Tanaman Pakcoy Berbasis Arduino Menggunakan Metode PID. 6223(1),
1–7.https://doi.org/10.24269/MTKIND.V13I1.1359
4. R. Zulkarnain dan T. Susilowati.(2015).“Sistem Pendukung Keputusan
Pemilihan Bibit Ikan Lele Berkualitas Menggunakan Metode SAW,” Proc. KMSI, 7 (4), 434-441. http://ejnteti.jteti.ugm.ac.id/index.php
/JNTETI/article/view/453
5. P.S. Leung, “Multiple Criteria Decision Making Applications in Fishery Managementater,”
Int. J. Environmental Technology and Management, Vol. 6, No. 1-2, 2006.
6. Robotechshop."Arduino Uno R3". 10 Januari 2019.http://robotechshop.com
/shop/arduino/arduino-board/ arduino-uno-r3-china/?v=b718adec73e0
7. Cytron. “2Amp 7V-30V L298N Motor
Driver / Stepper Driver (2 Channels)”. 11 Januari 2019. https://www.cytron.io/p-md-l298n
8. Khairuzzaman, M. Q. (2016).Node MCU V3. 4(1), 64–75.
9. Budi, Angga. “Bab II LandasanTeori”.
28 Januari 2019.http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/397/jbptunikomp-gdl-anggabudiy-19812-6-babii.pdf
[11] I learning ,
Comments
Post a Comment